Siapa kira waktu dalam satu hari saat ini berbeda dengan miliaran tahun lalu. Menurut hasil penelitian terbaru, waktu di Bumi bakal semakin panjang, bukan 24 jam lagi, karena Bulan yang perlahan terus menjauhi Bumi.
Berdasarkan hasil penelitian dari University Wisconsin-Madison, jarak antara Bumi dengan Bulan yang terus menjauh rupanya berpengaruh pada durasi waktu selama satu hari. Hal itu dibuktikan dengan menggunakan metode statistik baru yang diberi nama astrochronology.
Jadi, menurut Astronom 1,4 miliar tahun lalu durasi satu hari di Bumi hanya sekitar 18 jam saja, berbeda dengan sekarang yang mencapai 24 jam. Waktu yang tampak singkat itu terjadi lantaran Bulan dan Bumi berada dalam posisi dekat, hingga rotasi pun berjalan lebih cepat.
Sedikit informasi, jarak antara Bumi dengan Bulan memang perlahan menjauh sekitar 3,28 cm tiap tahunnya, hingga membuat rotasi planet jadi lebih lambat.
Metode astrochronolgy kabarnya menggabungkan teori astronomi dengan observasi geologi. Metode ini menyimpulkan reka ulang sejarah Tata Surya.
Pemanfaatan Metode Astrochronolgy
Sebelumnya, perubahan iklim di Bumi pada jutaan tahun lalu sebenarnya bisa diketahui dari catatan bebatuan, namun sangat terbatas hingga menyulitkan para peneliti untuk memastikan sebuah periode waktu.
Namun, dengan cara metode astrochronolgy, para peneliti bisa mengurangi keterbatasan informasi. Pasalnya, catatan geologis yang telah ditangkap di lapisan batuan dan ditambah dengan ketidakpastian dalam pengukuran dapat membuka cakrawala informasi baru.
Berbekal dari data tersebut itulah, peneliti bisa mengungkapkan perubahan rotasi, orbit, dan jarak Bumi dengan Bulan sepanjang waktu.

No comments
Post a Comment